June 2012
7 posts
Jun 1st
245 notes
Jun 1st
312 notes
Jun 1st
56 notes
Jun 1st
39 notes
Jun 1st
349 notes
Jun 1st
172 notes
First June's Post
Tinggal menunggu tanggal saja sampai keberangkatan saya ke Haneda, lalu lanjut numpang tinggal di daerah Musashino-shi dan melakukan perjalanan pulang pergi setiap harinya ke daerah Shinagawa. Sekarang sudah memasuki tanggal 1 Juni, means 3 hari lagi saya berangkat! Jangan pikir saya sudah tau banyak, saya cuma tau alamatnya saja. Err tambahan, saya juga tau jarak dari google maps, tapi...
Jun 1st
1 note
May 2012
35 posts
““Lantas” Lantas dibalik segala gegap gempita ini, masih jelas...”
–  Untuk cerita lama yang sudah terlanjur pudar. Akhirnya saya dapati juga hikmahnya.
May 28th
Catatan Kecil
Tidak pernah terbersit dalam benak saya, untuk bisa bermain di atas panggung. Saya, yang pemalu, yang olah tubuhnya benar benar jauh dari kata baik. Terakhir kali saya mementaskan sesuatu di atas panggung adalah ketika saya kelas 6 SD. Menarikan tari jaipong untuk perpisahan sebagai wujud persembahan dari siswa kelas 6. Itu pun cuma di barisan belakang, dengan kacamata, gerakkannya salah-salah. ...
May 28th
1 note
May 22nd
410 notes
May 22nd
120 notes
May 22nd
261 notes
May 22nd
299 notes
May 22nd
14 notes
May 22nd
97 notes
May 22nd
270 notes
May 22nd
9 notes
May 22nd
318 notes
May 22nd
233 notes
May 22nd
186 notes
May 22nd
580 notes
May 22nd
3,234 notes
Sebuah Dialog #7
a: Jadi lantas, mau apalagi setelah ini?
b: Setelah ini? Ini yang mana?
a: Ini yang semuanya.. Akan kemana?
b: Maunya kemana?
a: Hahaha kenapa bertanya kembali?
b: Karena bukankah lebih baik keputusannya tidak berat sebelah?
a: Iya memang.. Tapi seolah semua menuju kebuntuan.. di luar sana, gelap... abu-abu.
b: Loh bukankah yang mendatang memang selalu misterius? Seolah olah menuju kebuntuan.. tapi siapa menahu? Tuhan sudah punya peta-Nya kok
a: Jalan-Nya, begitu?
b: Ya, semacam itu lah..
a: Jadi?
b: Jadi apanya?
a: Mau kemana?
b: Entahlah. yang jelas kita hidup pada detik ini, hari ini. saat ini juga.
a: Lalu tentang esok?
b: Esok biar menjadi esok, yang penting semua yang ada pada detik ini suatu kejujuran.
a: Jujur dan tidak dipaksakan ya!
b: Iya intinya tetap saja jujur! hahahaha
a: Betul.. betul.. Jujur, apa adanya.
b: Ya, dan kejujuran itu yang membantu menentukan mau kemana. Karena kita memang hidup pada detik ini saja.
a: Biar besok selalu jadi kejutan, ya?
b: Kejutan.. bisa jadi.. bisa jadi juga tidak kejutan tapi terduga. tapi siapa peduli? Yang penting siap untuk semuanya.
a: Hidup pada hari ini, sambil bersiap-siap dengan semua kejutan yang nanti menyambut.
b: Bukankah hidup memang seperti itu? Jadi ya... jalani saja.
a: Tetapi.. kalau di nanti-nanti itu kemudian tidak ada kamu? atau.. tidak ada saya?
b: ya itu kejutannya..
a: bukankah bisa menyakitkan, atau menyedihkan?
b: itu pelajarannya.. tergantung bagaimana nanti prosesnya. bukankah yang namanya menyakitkan dan menyedihkan itu lahir dari ketidak jujuran?
a: ahh..tapi..
b: ya apapun itu, tidak ada kamu, tidak ada saya, tidak ada yang lain sekalipun.. itu semua hasil dari proses saat ini. Kalau sudah jalannya ya semua pasti berjalan begitu saja. Tinggal cari hikmahnya. Santai saja!
a: Bagaimana bisa santai kalau nanti jadinya menyedihkan?
b: Nanti itu miliknya nanti, buat apa dipikirkan sekarang. Kalau sedih milik nanti, kenapa harus dibawa sekarang? Tapi kalau nanti bisa bahagia, mengapa tidak mulai bahagia dari sekarang?
a: Aku hilang kata-kata, bingung mau bilang apa lagi.. selain..
b: Selain?
a: Entahlah. Selain... mari! (sambil tersenyum)
May 22nd
It is difficult to express my deepest feeling towards my close friends. I just can say thank you to God, because I have the right place and people to go to when I’m in my lowest point. Thank you, buddies.. I love you all :)
May 22nd
1 note
Sesuatu Tentang Cinta (?)
Bicara tentang cinta tidak pernah ada habisnya. Siapa tidak tahu cinta? Siapa tidak mau cinta? Tapi pikirku, sedikit yang cinta sungguhan. Kata salah satu penulis favoritku, cinta itu sebuah perjalanan. Aku mengangguk. Bersepaham. Ya, cinta memang sebuah perjalanan. Maka itu bagiku selalu aneh rasanya mendengar seseorang bilang cinta, Dalam hitungan bulan, bahkan hari. “I love...
May 13th
“Karena manusia dilahirkan dengan 1 otak dan 1 hati, lantas untuk berpikir dan...”
May 10th
1 note
Sepotong Masalah
Pernah enggak sih kamu, kalian, bingung memposisikan kalian sebagai apa di tengah-tengah lingkup pertemanan kalian? Kalian belum punya definisi yang tepat apa posisi kalian di mata orang-orang yang kalian anggap adalah teman baik kalian. Aku menyebutnya : “person in between” Adalah orang yang berada di tengah-tengah. Jadi orang tersebut sebenarnya bisa membaur ke berbagai...
May 10th
1 note
“Yang pelari butuhkan itu hanya 1 di antara 2 : orang yang mampu berlari...”
May 9th
1 note
May 9th
15,532 notes
May 9th
48 notes
May 9th
26 notes
May 9th
41 notes
May 9th
92 notes
Sebuah Dialog #6
A : Aduh aku lupa!
B : Ya, cepat
A : Astaga aku belum selesai!
B : Selesaikan dulu segera
A : Aduh tadi dimana kuletakkan benda itu?
B : Disana, bukan?
A : Ah ya ya! Aku ingat! Di pojok sana!
B : Yakin?
A : Ya, yakin! Ah bagaimana ini?
B : Bagaimana apanya?
A : Ini.. susah sekali!
B : Apanya yang susah sih? Kubantu sini.
A : Terimakasih…
B : Kamu ini bagaimana bisa begini sih..
A : Begini bagaimana?
B : Ya yang begitu tadi. Betul betul…
A : Betul betul apa?
B : Ya itu, bertanya terus! Berisik sekali.
A : Ah… maaf aku tidak bermaksud berisik.
B : Sudahlah.
A : Marahkah?
B : Tidak kok
A : Tapi jawabannya tidak santai begitu..
B : Ini biasa saja namanya.
A : Oh..
B : Nah itu juga! Perasa sekali.. Semua serba serbi dimasukkan dalam hati. Hatimu terlalu besar
A : Tidak juga kok, aku bisa acuh tak acuh pula!
B : Hahahaha tak perlu begitu lah
A : Ya tapi betul, aku bisa acuh tak acuh, kamu saja belum lihat!
B : Sudah lihat dan tidak pernah. Hahaha
A : Kamu ini selalu tertawa ya menanggapi aku? Lucu kah?
B : Tidak lucu, tapi mengesalkan.
A : Hahahaha, kamu begitu paradoks.
B : Nah itu mengerti.. hahaha
A : Sabar juga ya kamu?
B : Yang ada justru kebalikannya, kamu yang sabar.
A : Tidak kok, aku biasa saja.
B : Dengan semuanya? Bagaimana dengan amarah, gerutu, gumaman kesal, sarkasme milikku? Bukankah kamu benar benar sabar menghadapinya?
A : Sabar kan hanya untuk orang yang tidak siap. Kaget, jadi harus membuat diri menjadi sabar. Lagipula, memang kamu bisa menjelaskan tentang sabar?
B : Yang jelas sabar itu tidak terbatas.
A : Menurutku sabar itu sebenarnya tidak ada. Kalau sudah tau mengapa harus berusaha sabar. Yang benar adalah penerimaan
B : Ketulusan ya?
A : Itu dia! Kamu sabar kah denganku?
B : Biasa saja..
A : Itu juga jawaban ketulusan kamu. Kamu biasa saja karena kamu tulus untuk mau mengerti aku
B : Tentu saja aku tulus! .. Gila ya, 30 tahun. Lucu sekali rasanya mendapati kamu disini.
A : Ya, luar biasa. Tidak pernah ada dalam pikiranku 30 tahun yang diisi dengan manusia seperti kamu.
B : Seperti aku yang bagaimana?
A : Ya.. yang seperti kamu! Hahaha
B : Kita ini dari dulu pun begini saja. Seperti yin yang, kutub magnet. Aneh tapi nyata ya.
A : Aneh, tapi seimbang kan?
B : Ya, setuju. Kamu… sampai kini pun masih jenaka.
A : He? Jenaka?
B : Ya. 30 tahun hidup dalam kejenakaanmu itu lah yang mungkin membuatku sehat.
A : Kamu pun tidak sadar kalau kamu lucu?
B : Hahaha itu sih sadar!
A : Sudah tua pun masih sempat sombong! Hahaha. Ya.. lucu, apalagi kalau sudah marah-marah.
B : Rasanya tidak ada lagi yang bisa kita ucapkan selain syukur, ya?
A : Syukur atas penerimaan masing masing dari kita.. ketika yang banyak orang lihat sebagai kekurangan tapi bagi kita justru menjadi kelebihan.
B : Ya, syukur atas ketulusan yang tidak ternilai. Tidak bersifat materi tapi nyata, kekal.
A : Hahaha tumben kamu sentimental begitu..
B : Tumben kamu mendadak sanguin begitu!
A : Hahaha
B : Eh ubanmu dan ubanku lebih banyak siapa?
A : Sepertinya kamu. Kan kamu lebih sibuk.
B : Kamu pun sibuk disini, hingga angka angka banyak terlewati, mereka menjadi yang sekarang pun karena kamu.
A : Salah! Karena kita berdua..
B : Kita, tentu saja..
A : Kalau begitu mungkin uban kita sama jumlahnya ya…
B : Tidak peduli lagi aku dengan uban. Sini, kukecup keningmu yang sudah keriput itu!
.
Imaji dialog sepasang kakek nenek, di suatu senja di kebun belakang rumah.
May 6th
3 notes
This time I won't ever rush. Nothing to lose...
May 2nd
Perempuan
Kupikir, dunia memang benar benar akan kiamat. Setelah menyadari betapa saat ini ada banyak sekali perempuan. Terlalu banyak! Tidak seimbang, timpang. Dan dari banyak perempuan itu, hanya sedikit yang bisa dijadikan contoh. Hanya sedikit yang punya ‘kekayaan’ untuk dikagumi atau diteladani. Bukan sekedar cantik. Karena sekarang jadi cantik itu mudah. Banyak fasilitas, banyak...
May 2nd
39 notes
May 1st
154,543 notes
May 1st
6,149 notes
May 1st
8 notes
May 1st
4,095 notes
May 1st
580 notes
May 1st
4,135 notes
April 2012
62 posts
Apr 29th
14,052 notes
Short Holiday
Bandung gerimis waktu bis yang ditumpangi aku dan teman teman Osling sampai di kampus. Perjalanan yang cukup panjang dari Pulau Pramuka. 2 jam dengan kapal, dan 2 jam dengan bis menuju Bandung. Pusing, pegal-pegal, mual, kebelet buang air kecil. hahaha ga penting sih. Yang aku sayangkan dari kegiatan ekskursi ini adalah ketidak-efektifan sebuah kelompok. I mean, what’s the purpose of...
Apr 29th
A piece of my dream
So, as time will go by, I’m sure I’ll have my own living space in the future, with things like this : - All white painted - wooden furniture (pine) - A cozy library with built in bookshelves - A clear wall for hanging some photo frames with my beloved people in my life - A clean kitchen, with a window and pine dining table - A creme sofa, with lot of pillows. Don’t...
Apr 27th
Is Peace Losing Out?
benlaksana: The Jakarta Globe, March 7, 2012 By Ben K. C. Laksana All over the world, education systems are being reformed, including in Indonesia, because our government considers education the key to economic success in the future. Education is seen as a tool to produce highly qualified human resources capable of competing with the outside world. But is dealing with globalization really the...
Apr 27th
14 notes
“So many people walk around with a meaningless life. They seem half-asleep, even...”
– Randy Pausch (via quote-book)
Apr 27th
3,138 notes
“Do not believe in anything simply because you have heard it. Do not believe in...”
– as written in benlaksana.tumblr.com
Apr 27th
How I live my life? By being happy and by suffering, just like any of you here reading this. That’s life right? You’re happy at one moment then you can become sad and filled with negativity at the next moment. We’re all similar when it comes to life. Yes, the cause of it may seem different from one person to another but what we’re all feeling is the same. Happiness, joy, anger, sadness, hate,...
Apr 27th
rara avis: Jiddu Krishnamurti - On Loneliness. →
benlaksana: Questioner: How am I to overcome loneliness? Jiddu Krishnamurti: Can you overcome loneliness? Whatever you conquer has to be conquered again and again, does it not? What you understand comes to an end, but that which you conquer can never come to an end… Now, what is…
Apr 27th
11 notes